Analisis Kurikulum SMK Daarut Tauhid Boarding School Bandung

Kajian Dokumen (kerangka kurikulum)

Berdasarkan hasil kajian terhadap dokumen dan pelaksanaan serta analisisnya, ditemukan hal-hal sebagai berikut.

Kelompok Mata Pelajaran dan Struktur Kurikulum

a. Kelompok Mata Pelajaran

Uraian tentang kelompok mata pelajaran yang berisi deskripsi kelompok mata pelajaran spesifik SMK, merujuk kepada Permen 22 tahun 2006, meliputi tiga kelompok mata pelajaran, yaitu kelompok normatif, kelompok adaptif, dan kelompok produktif.

Kelompok normatif adalah kelompok mata pelajaran yang dialokasikan secara tetap yang meliputi Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dan Seni Budaya.

Kelompok adaptif terdiri atas mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi, dan Kewirausahaan.

Kelompok produktif terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang dikelompok-kan dalam Dasar Kompetensi Keahlian dan Kompetensi Keahlian.

Sekolah Menengah Kejuruan mempunyai kekhususan. Kekhususan tersebut terletak pada mata pelajaran produktif. Seperti halnya mata pelajaran lain, standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL) mata pelajaran produktif juga perlu dikaji.

b. Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum berisi uraian tentang jumlah jam pelajaran setiap mata pelajaran, minimal sesuai dengan standar isi untuk semua jenis program/jurusan pada sekolah untuk setiap semester yang berlaku pada tahun pelajaran itu. Standar isi merujuk kepada Permen 22 tahun 2006, merujuk kepada Kajian Kebijakan Kurikulum SMK – 2007 7 panduan penyusunan kurikulum KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP.

Struktur Kurikulum yang dituangkan dalam bentuk matrik, memuat tentang nomor, kode kompetensi, kelompok mata pelajaran/kompetensi, tahun/tingkat dan semester serta jumlah jam.

Continue reading

Program Pendampingan SMK

Program Pendampingan SMK merupakan salah satu model program yang ditawarkan oleh pihak Direktorat Pembinaan SMK bekerja sama dengan Perguruan Tinggi sebagai upaya untuk menguatkan SMK yang ada di Indonesia. Model Pendampingan SMK yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut, apabila dilihat dari sisi tingkat kemanfaatan sangat dirasakan baik oleh mahasiswa pelaksana program.

Apabila melihat dari hasil pelaksanaan program pendampingan yang telah dilakukan oleh mahasiswa UPI, ternyata melalui program ini mampu memecahkan permasalahan di SMK yang masih mengalami berbagai hambatan diantaranya dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk kelompok mata jaar produktif sesuai dengan program keahlian yang dikembangkan oleh SMK, penyediaan bahan ajar, media pembelajaran, buku sumber bagi siswa dan guru serta penguatan program-program ekstrakulikuler. Dampak dari hasil tersebut, banyak pihak SMK yang dijadikan lokasi pendampingan mahasiswa, melalui perguruan tinggi mengusulkan kembali untuk mendapatkan bantuan program yang sama. Selain itu ada juga SMK-SMK baru yang menginginkan untuk mendapatkan program pendampingan yang dilakukan oleh pihak SMK mitra. Berkenaan dengan itu tampaknya program Pendampingan SMK yang dilakukan oleh mahasiswa, perlu adanya perluasan wilayah SMK dan penambahan jumlah mahasiswa yang terlibat.

Selain itu upaya untuk menguatkan SMK sejak tahun 2006 Direktorat Pembinaan SMK telah melaksanakan berbagai program antara lain pemberian bantuan sarana dan prasarana dan peralatan praktik siswa. Adanya penambahan sarana dan prasarana yang diberikan ke SMK, perlu didukung dengan SDM guru yang memadai. Data riil yang ada unutk guru mata pelajaran produktif (program keahlian) ternyata masih terbatas. Kekurangan guru produktif terjadi di SMK-SMK, apalagi untuk SMKN yang baru.

Berkenaan dengan hal tersebut upaya konkrit untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK-SMK tersebut, pada tahun 2008 ini Direktorat Pembinaan SMK telah mengalokasikan dana Program Bantuan Pendampingan SMK oleh mahasiswa melalui kerja sama dengan Perguruan Tinggi yang relevan. Program ini akan dititikberatkan pada program pemberdayaan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai sebuah universitas yang memiliki komitmen terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, merasa perlu untuk membantu program ini secara maksimal. Hal ini sesuai dengan visi, misi dan Renstra UPI tahun 2006-2010 yang memfokuskan pada pengembangan berbagai ilmu kependidikan dan non kependidikan. Apabila dilihat untuk kebijakan dalam bidang pendidikan UPI menjabarkan 10 program diantaranya adalah mengembangkan kerja sama kelembagaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia pada tingkat lokal, nasional, dan internasional. Penjabaran dari program tersebut didukung oleh fakultas yang ada di UPI.

Program Pendampingan SMK sangat relevan dengan program yang menjadi program untuk bidang pendidikan mengacu pada Renstra tahun 2006-2010. Sejumlah kepakaran mahasiswa yang dibutuhkan untuk program Pendampingan SMK terdapat Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK), Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) yang memang secara langsung berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan di SMK.

Universitas Pendidikan Indonesia melalui LPPM, telah melakukan kerja sama dengan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dirjen Mandikdasmen Depdiknas untuk program Pendampingan SMK di Provinsi Jawa Barat, Bengkulu dan Bangka Belitung. Jumlah mahasiswa yang terlibat 90 mahasiswa. Program ini merupakan program yang apabila dilihat dari sisi pembelajaran bagi mahasiswa merupakan pengalaman yang sangat berharga di dalam mendewasakan mahasiswa dan membuka kerja sama serta peluang kerja untuk sebagai guru produktif di SMK. Selain itu bahwa manfaat dari pelaksanaan program pendampingan SMK, khususnya yang dilakukan oleh mahasiswa UPI sangat dirasakan oleh pihak sekolah/Dinas Kab, Kota dan Provinsi. Dimana secara konkrit pihak sekolah mendapatkan bantuan guru produktif selama satu semester, sehingga proses belajar mengajar dapat diperkuat dan mutu pembelajaran dapat ditingkatkan. Manfaat yang dirasakan oleh sekolah yaitu peningkatan manajemen sekolah yang dirasakan ada perbaikan dengan adanya mahasiswa UPI yang mendapatkan tugas dari Direktorat Pembinaan SMK untuk melaksanakan program pendampingan SMK.

Tujuan

1.    Tujuan Umum

Secara umum tujuan yang ingin dicapai dari Pendampingan SMK Tahun 2010/2011 adalah:

a.    Membantu meningkatkan proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) pada SMKN yang masih kekurangan tenaga pengajar khususnya tenaga pengajar untuk mata diklat kelompok produktif di provinsi yang ada di Indonesia.

b.    Memberikan layanan pendampingan oleh mahasiswa UPI peserta Program Pendampingan SMK tahun 2010/2011, dalam hal :

  • Peningkatan manajemen SMK lokasi pendampingan
  • Peningkatan kualitas penyelenggaraan KBM
  • Peningkatan program-program ekstrakulikuler SMK

c.    Membantu peningkatan angka partisipasi pendidikan menengah kejuruan di Kabupaten/Kota di dalam memenuhi kebutuhan tenaga tingkat menengah yang profesional dan memiliki keahlian yang bermutu.

2.    Tujuan khusus

sedangkan tujuan khusus yang ingin dicapai pada Program Pendampingan SMK Tahap I Tahun 2010/2011 ini adalah:

a.    Membantu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMK yang dijadikan lokasi sasaran pendampingan Tahun 2010/2011 oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk program keahlian yang dibutuhkan oleh SMK mitra.

b.    Melanjutkan program untuk meningkatkan manajemen sekolah dalam hal:

  • Penataan sistem administrasi sekolah
  • Penataan sarana dan prasarana yang ada di laboratorium di SMK lokasi pendampingan
  • Pembenahan media pembelajaran
  • Penataan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat
  • Pengembangan kegiatan ekstrakulikuler
  • Mengidentifikasi permasalahan dan kendala sebagai faktor penyebab terhambatnya peningkatan mutu pembelajaran di SMK sasaran
  • Membantu untuk meningkatkan hasil Ujian Nasional SMK