Latihan menembak

Hari ini, sore tepatnya, Bapak tiba-tiba mengambil senjata dari dalam kamar. Bukan senjata api sih, tapi lebih tepatnya senapan angin, hehehee :P. Saya kira ada apa, tapi sudah diduga sih pasti ada tupai, biawak, atau ular kalau sudah senapan itu dikeluarkan dari sarangnya *emang burung.

Saya pun ikut riweuh ngeliatin Bapak mengambil senapan itu, tanpa banyak bertanya, saya ikuti saja ke teras rumah, dan ternyata ada seekor tupai di pohon jambu depan rumah. Tupainya berisik sekali. Kata Bapak, tupainya habis di cakar Ipul, salah satu kucing saya di rumah, Ipul bertemu tupai itu dan mengejarnya saat dia sedang asyik di pagar depan rumah, sempat diterkam dan tupai itu berhasil meloloskan diri.

Bapak pun mengkokang dan memasukkan peluru dan mengarahkan ke tupai tersebut. Tapi tidak jadi, Bapak malah memberikan senapan angin itu kepada saya. Wah, dag dig dug sih, takut salah tembak. Dan terlepaslah peluru itu dari senapan dan sama sekali tidak mengenai sang tupai. Tupai itu kembali loncat ke sana- ke sini *lincah banget yah, dan hinggap di pohon kelapa. Saya dengan belagu kembali mengkokang dan memasukkan peluru ke senapan angin tersebut, *yang ini dengan instruksi Bapak tentunya, hahhahaaaa, dan lepas lagi. Ya sudah, emang belum ajalnya itu tupai *kan jodoh, rejeki, dan maut itu di tangan Allah hahhahaaa nyambung aja, 

Karena tak dapat tupainya, ya sudah, saya dan Bapak jadi foto-foto deh *like son like father, sama-sama narsis.
Continue reading

Advertisements

Selamatan menyambut bulan suci Ramadhan

Sudah menjadi tradisi bagi suku Bugis-Makassar ketika akan memasuki bulan Ramadhan akan mengadakan semacam syukuran atau lebih terkenal dengan istilah “selamatan”. Selamatan ini akan menghidangkan makanan kemudian seseorang akan memimpin do’a untuk keluarga kita yang sudah meninggal. Dan biasanya makanan juga akan dibagikan ke tetangga.

hidangan

hidangan

kue brongko (yang pake daun pisang) dan kue agar-ketan

Kai' (kakek) sedang membacakan do'a

saya, bapak, dan kai'

 

desi(sepupu), nenek sangnging, nenek askiah, mama, uni (adik)

Makalah Pembiayaan Pendidikan (SD Negeri 023 Kariangau)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Meski hukum internasional mengharuskan agar pendidikan dasar itu gratis, pendidikan tidak bisa bebas biaya baik dalam teori maupun dalam praktek. Bagi pemerintah pembiayaan pendidikan merupakan anggaran utama dalam budjetnya. Orang tua membiayai anak-anak mereka melalui berbagai pajak yang mereka harus bayar, dan secara rutin membayar biaya buku-buku, transportasi dan makan siang, baju seragam, alat-alat tulis, atau peralatan olahraga. Pemerintah haruslah menghilangkan hambatan finansial bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan dasar agar dapat membuat semua anak – tak perduli seberapa miskinpun- untuk memenuhi pendidikan dasarnya.

Untuk menjamin bahwa setiap anak dapat memperoleh pendidikan dasar yang gratis dibutuhkan konstitusi atau undang-undang di setiap negara yang secara eksplisit menjelaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dasar secara gratis. Dengan adanya konsitusi tersebut maka diharapkan setiap negara berusaha memenuhi kewajibannya kepada setiap warganya yang memiliki hak atas pendidikan gratis yang bermutu tersebut.

Apakah semua negara telah memiliki konstitusi yang menjamin bahwa setiap anak berhak untuk mendapatkan Pendidikan Dasar yang gratis dan bermutu? Meski semua negara telah sepakat bahwa pendidikan dasar yang bermutu dan gratis adalah hak bagi setiap anak ternyata belum semua negara menyatakannya dalam konstitusinya. Ada juga negara yang sudah memberikan hak tersebut kepada warganegaranya tapi belum memiliki konstitusi yang menjamin hal tersebut.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana pembiayaan pendidikan di daerah.

1.3 BATASAN MASALAH

Masalah yang dibahas adalah pembiayaan pendidikan di Balikpapan, Kalimantan Timur, khususnya di SD Negeri 023 Kelurahan Kariangau.

1.4 TUJUAN

Tujuan dari pembuatan makalah adalah untuk mengetahui pembiayaan pendidikan di daerah, khususnya di SD Negeri 023 Kariangau.

1.5 METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah observasi dan studi pustaka.

Continue reading