Lowongan Kerja Guru TIK

Sebuah yayasan yang memiliki visi dan misi untuk memajukan pendidikan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat rural area di Indonesia, yang diwujudkan dengan skala kemitraan nasional dan internasional, mencari kandidat dengan posisi:

 

“Guru Komputer / TIK” ( Kode : Guru TIK )

Kualifikasi:

  1. Lulusan  Sarjana  IT/ Ilmu Komputer atau Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer  dari universitas negeri atau swasta terkemuka
  2. IPK min: 3.00 skala : 4
  3. Mempunyai pengalaman min. 1 thn di bidang yang sama.
  4. Mampu berbahasa inggris ( Lisan  dan tulisan ), TOEFL  450 – 500
  5. Bersedia ditempatkan di Laguboti, Toba Samosir, Sumatera Utara.

terhadap kandidat terbaik, akan ditawarkan remunerasi yang menarik.

Kirim Lamaran, CV dan dokumen-dokumen pendukung Anda dengan mencantumkan kode yang dilamar pada subjek via  email ke recruitment@del.or.id

Alur skripsi?

Sudah lama sebenernya pengen nge-blog tentang ini, tapi lupa aja. Mumpung ada koneksi internet di tempat kerjaan, mari kita tuangkan sejenak pengalaman.

Oke,

Tulisan ini saya persembahkan untuk teman-teman, adik-adik tingkat saya di Pendidikan Ilmu Komputer, Universitas Pendidikan Indonesia.

Apa hal pertama yang harus kita lakukan ketika akan mengerjakan skripsi?

Yang pasti ngontrak SKRIPSI-lah. Syarat untuk mengontrak mata kuliah ‘super’ ini minimal brp sks gitu (aduh, yg ini lupa), yang pasti sih, idealnya kamu-kamu yang sudah mengontrak Metode Penelitian atau Metlit dan Seminar (nilai minimal B) pasti sudah bisa mengontrak SKRIPSI juga. Petunjuknya ada di buku kecil yang dibagikan di awal kuliah itu loh. Coba deh cari lagi, terus baca-baca. Dan dari ILKOM juga ada buku panduannya. (nanti deh saya cari dulu ya :D)

Kalau sudah ngontrak, ngapain lagi donk?

Buat PROPOSAL SKRIPSI. Biasanya sih proposal ini hasil dari Metlit dan Seminar, di mata kuliah Seminar (kalau dosennya Pak Eka) proposal yang kita buat itu kalau memang ‘rada bagus’ bisa jadi bahan untuk skripsi dan langsung dapat pembimbing. Bagi yang tidak dapat, ya harus buat proposal dulu, terus kasih deh ke Pak Heri (koordinator skripsi), nanti beliau akan mengatur jadwal dan siapa dosen pengujinya (ini biasanya ditempel di mading/papan pengumuman di lobby GIK).

Nah, sekarang sudah ada pengumuman untuk penguji proposal, terus?

Kalau sudah ada jadwalnya, biasanya proposal skripsi kamu itu bakal ada di loker Pak Heri. Di dalam proposal itu akan diselipkan lembar pengujian proposal skripsi yang wajib diserahkan bersama proposal itu ke dosen penguji. Ingat! Ada batas waktu pengumpulan terakhir proposal setelah diuji. Jangan ditunda-tunda.

Ujian proposal skripsi kayak apa?

Gampang sih, kalau emang topik skripsimu itu menarik dan layak, pasti di-ACC deh. Tapi kalau tidak, silahkan mencoba membuat proposal baru :D. Hal yang biasa menjadi pertanyaan di ujian ini adalah seputar Bab 1. Pertanyaannya kayak gini nih contohnya: “kamu mau buat apa skripsi nanti?”, “materi apa yg akan kamu pake di skripsi?”, kalau tema skripsi kita mirip dengan yang sebelumnya “apa bedanya skripsimu dengan yg sebelumnya?”, dll. Beres ujian ini, dosen penguji akan mengisi lembar yg bersama proposalmu itu, nanti di sana ada 3 pilihan: DITOLAK, DITERIMA DENGAN PERBAIKAN, dan DITERIMA.

Kalau DITOLAK gmn donk? 😦

Hmm…dengan berat hati saya sampaikan kamu harus buat proposal skripsi baru lagi dengan tema yang berbeda. Dan alurnya kembali ke awal yah.

Kalau DITERIMA DENGAN PERBAIKAN? :-/

Ini mah lolos juga sih sebenarnya. Cuman biasanya kamu harus baikin beberapa bagian, misalnya latar belakang, tujuan, dll. Nanti akan ada catatan mana aja yang mesti diperbaiki.

Kalau DITERIMA?

Selamat ya, kamu berhak  untuk lanjut ke babak berikutnya 😀

Terus?

Setelah selesai ujian proposal skripsi, terutama untuk kategori DITERIMA dan DITERIMA DENGAN PERBAIKAN adalah memberikan proposal dan lembar ujian tersebut ke Pak Heri (koordinator skripsi), kalau yang DITERIMA DENGAN PERBAIKAN harus direvisi dulu ya bagian yang sudah ditandai oleh dosen penguji. Tunggu aja, sekitar 2 minggu (paling lama), nanti akan ada pengumuman nama kamu dan judul skripsi kamu terpampang dengan indahnya di mading ILKOM, tentu dengan dosen pembimbing.

Setelah dapat dosen pembimbing, kita ngapain lagi?

Kalau sudah dapat dosen pembimbing, sekarang minta BUKU BIMBINGAN SKRIPSI di TU Prodi, minta sama Pak Andri/Pak Anto. Buku itu wajib dibawa saat menghadap ke Pembimbing, sebagai bukti kalau kita melakukan bimbingan. Nanti tiap selesai menghadap, jangan lupa minta dosen pembimbing utk ttd di buku tsb. Ini syarat PRASIDANG, minimal 10 ttd pembimbing deh kalau tidak salah. Setelah buku itu ada, silahkan anda menghadap ke dosen pembimbing

Hal pertama yang dilakukan ketika menghadap ke dosen pembimbing?

Salam, hahahhaaaa 😀 *ya iya atuh, etika coy…* Pas menghadap utk yang pertama kalinya, bawa BUKU BIMBINGAN itu dan PROPOSAL SKRIPSI. Nah, bilang deh “Pak/Bu, saya sudah ujian proposal skripsi, dan Bapak/Ibu menjadi dosen pembimbing saya”, pokoknya yg sopan aja ya. Jangan sampai kesan pertama jelek di mata dosen pembimbing, biar lancar kesana-sananya. Kan “kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya…kumaha maneh we…

Silahkan lakukan bimbingan skripsi dengan RUTIN, ini kalau mau cepat LULUS dan dapat gelar S.Pd hahhahaaaa 😀

Pertanyaan lain seputar skripsi:

Gimana kalau ngontrak SKRIPSI sambil ngontrak PLP/PPL?

Boleh aja, tapi biasanya sih bakal sibuk sama kegiatan PLP/PPL itu. Kalau masih ada waktu luang untuk ngerjain skripsi sih, oke banget tuh!

GIMANA TTG PRASIDANG DAN SIDANG?

Menyusul ya, kerja dulu nih…

Lomba Blog Sampoerna School of Education

Lomba Blog Sampoerna School of Education
“Menjadi Pendidik”
Periode Lomba: 30 Juni – 30 Juli 2012

Petunjuk Teknis Lomba Blog “Menjadi Pendidik” Sampoerna School of Education:

  1. Lomba blog terbuka untuk semua blogger berkewarganegaraan Indonesia.
  2. Peserta boleh menggunakan platform blog apa saja: wordpress, blogspot, multiply, self-hosting dan lain-lain kecuali facebook notes.
  3. Blog ditulis dalam bahasa Indonesia (gaya bahasa disesuaikan dengan karakter tulisan masing-masing blogger).
  4. Peserta adalah Blogger Indonesia, mengelola blog sendiri, dan bukan blog komunitas/blog bersama
  5. Peserta menuliskan minimal 1 buah postingan blog sesuai dengan tema yang ditetapkan dengan minimal 500 kata per postingan.
  6. Peserta boleh mengirim lebih dari satu tulisan.
  7. Tulisan dapat berupa opini, reportase, cerita pengalaman, ataupun feature tentang hal-hal yang berkaitan dengan karir di dunia pendidikan.
  8. Tulisan yang diikutsertakan adalah tulisan baru, diposting dalam kurun waktu 30 Juni s/d 30 Juli 2012.
  9. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun sebelumnya, atau diikutkan dalam lomba sejenis.
  10. Tulisan harus sesuai dengan norma-norma umum di masyarakat dan tidak menyinggung SARA, pornografi, sadisme dan sarkasme.
  11. Memasang banner lomba pada tulisan (script banner dapat dicopy di akhir tulisan ini).
  12. URL postingan didaftarkan melalui postingan di wall Sampoerna School of Education serta diposting melalui twitter dg mention @SSE_Education dan hashtag #BlogCompetition
  13. Pelaksana dan penyelenggara berhak mendiskualifikasi setiap materi lomba yang diikutsertakan, sebelum, selama, dan sesudah penjurian dilakukan apabila materi yang diikutsertakan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
  14. Dengan keikutsertaan, peserta dianggap telah menerima dan menyetujui seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam ketentuan lomba ini.
  15. Keputusan panitia dan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Continue reading

Seumur hidup dimarahi

Eitss… mau sedikit mengeluarkan unek2 nih. Sebenarnya sih nggak sengaja juga dapat ide ini. Semua ini hanya opini dari saya, kalau ada kesamaan dengan kehidupan pribadi, yaaa…jangan tersinggung ya *ntar saya dituntut lagi*.

Percaya nggak kalau setiap fase dalam hidup kita ini selalu kena yang namanya ‘dimarahi’?

Baiklah, coba renungkan… tutup mata, bayangkan… *krik…krik…krik…
Continue reading

m-learning vs. e-learning

Bila membandingkan antara mobile device dan desktop PC (media yang biasa digunakan untuk menyampaikan e-learning), ada banyak hal yang ditemukan berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut meliputi fitur, fungsi, dan bahkan kenyamanan pada setiap device. Beberapa perbedaan tersebut antara lain keluaran (yaitu ukuran dan kemampuan resolusi layar, dan lain-lain); masukan (yaitu keyboard, touch-screen, input suara); kemampuan pemrosesan dan memori; aplikasi yang didukung dan jenis media. Ketika dicoba untuk memindahkan layanan yang disediakan oleh platform e-learning ke dalam layanan di platform mobile learning dapat terlihat bahwa beberapa hal harus berubah untuk memenuhi keterbatasan perangkat kecil, dan beberapa tidak dapat disimpan dalam batasan konteks tertentu, tetapi di sisi lain layanan baru juga dapat dimunculkan, yang dipicu oleh mobilitas dari perangkat mobile. Mobile learning memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sistem e-learning:

  • Portabilitas: perangkat mobile lebih mudah dibawa dan lebih mudah dipakai untuk membuat catatan atau memasukkan data di mana pun.
  • Mendukung pembelajar: generasi yang ada saat ini lebih menyukai perangkat mobile seperti PDA, telepon seluler, dan perangkat handheld games.
  • Meningkatkan motivasi: kepemilikan terhadap perangkat mobile cenderung meningkatkan komitmen untuk memakai dan mempelajarinya.
  • Jangkauan lebih luas: perangkat mobile cenderung lebih murah sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat secara lebih luas.
  • Pembelajaran tepat waktu: meningkatkan performance kerja atau pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pembelajar.

Dari sisi konektivitas, berbeda dengan e-learning, yang dianggap memiliki koneksi yang selalu terhubung, mobile learning dapat disampaikan melalui tiga cara, yang secara skematik dapat disebut koneksi murni, mobilitas murni, dan gabungan dari keduanya. Koneksi murni adalah ketika perangkat mobile dapat selalu terhubung ke internet. Saat ini ada cukup banyak cara teknologi untuk perangkat mobile dapat terhubung ke jaringan internet, yaitu melalui WAP, GPRS, UMTS, Bluetooth, dan lain-lain. Sementara itu, mobilitas murni adalah ketika tidak ada koneksi tersedia sehingga semua data yang dibutuhkan aplikasi harus diunggah terlebih dahulu di dalam perangkat dan digunakan secara offline. Dalam kasus telepon seluler saat ini, yang cenderung masih memiliki memori terbatas, hal ini sulit. Namun, situasi berubah dengan cepat dan ponsel generasi baru memiliki kemampuan pemrosesan, memori, dan embedded software yang lebih besar. Perbedaan yang paling besar antara e-learning dan m-learning adalah dalam hal karakterisktik hardware/software perangkat. Hampir semua halaman web yang ada saat ini didesain untuk ditampilkan pada komputer desktop dengan monitor warna yang memiliki minimal resolusi 800×600 piksel. Perangkat mobile yang umumnya memiliki resolusi yang tidak lebih dari setengah resolusi tersebut, membuat tampilan langsung dari halaman-halaman web tersebut pada perangkat kecil tidak nyaman untuk dilihat secara estetika, sulit untuk navigasi, dan dalam kasus yang terburuk, sama sekali tidak dapat digunakan. Bergantung pada perangkat yang digunakan, format penyampaian dan transformasi yang diperlukan dapat berbeda-beda pula. Karena faktor mobilitas dari perangkat yang digunakan dalam skenario mobile learning, dapat dilibatkan data konteks baru untuk dipertimbangkan, yaitu lokasi. Layanan yang melibatkan location-awareness misalnya siswa atau guru menerima arahan bagaimana mencapai ruang tertentu atau pengingat untuk seminar atau kuliah yang dapat dipicu ketika mempertimbangkan posisi saat ini dan waktu yang diperlukan untuk mencapai aula yang diperlukan, dan lain-lain.

 

Lihat juga:

Pengertian Mobile Learning

Karakteristik dan Klasifikasi Mobile Learning

Konten Mobile Learning

Konten Mobile Learning

Konten pembelajaran dalam mobile learning memiliki jenis bermacam-macam. Konten sangat terkait dengan kemampuan device untuk menampilkan atau menjalankannya. Keragaman jenis konten ini mengharuskan pengembang untuk membuat konten-konten yang tepat dan sesuai dengan karakteristik device maupun pengguna.

a.    Teks
Kebanyakan device saat ini telah mendukung penggunaan teks. Hampir semua telepon seluler yang beredar saat ini telah mendukung penggunaan SMS (Short Message Service). Kebutuhan memori yang relatif kecil memuat konten berbasis teks lebih mudah diimplementasikan. Namun, keterbatasan jumlah karakter yang dapat ditampilkan harus menjadi pertimbangan dalam menampilkan konten pembelajaran sehingga perlu strategi khusus agar konten pembelajaran dapat disampaikan secara tepat dan efektif meskipun dengan keterbatasan ini. Salah satu contoh aplikasi pembelajaran berbasis teks/SMS adalah  StudyTXT yang dikembangkan di salah satu Universitas di  Selandia baru.
b.    Gambar
Perangkat bergerak yang ada sekarang telah banyak mendukung pemakaian gambar. Kualitas gambar yang dapat ditampilkan dapat beragam dari tipe monokrom sampai gambar berwarna berkualitas tinggi tergantung kemampuan device. File gambar yang didukung oleh device umumnya bertipe PNG, GIF, JPG. Penggunaan gambar sebagai konten pembelajaran biasanya digabungkan dengan  konten lain, misalnya teks.
c.    Audio
Banyak perangkat bergerak saat ini telah mendukung penggunaan audio. Beberapa tipe file yang biasanya digunakan di lingkungan mobile device antara lain RM, MP3, AMR dan lain-lain. Oleh karena file audio biasanya memiliki ukuran yang cukup besar, menyebabkan file audio tersebut harus diolah terlebih dahulu sehingga dapat digunakan di lingkungan mobile device  yang memiliki kapasitas memori yang relatif kecil.
d.    Video
Meski dalam kualitas dan ukuran yang terbatas, beberapa tipe mobile device telah mampu memainkan  file video. Format file yang didukung oleh mobile device antara lain adalah 3GP, MPEG, MP4, dan lain-lain. Sama seperti file audio, kebanyakan file video memiliki ukuran yang cukup besar sehingga harus dikonversi dan disesuaikan dengan keterbatasan device.
e.    Aplikasi Perangkat Lunak
Konten yang cukup menarik adalah aplikasi perangkat lunak yang dipasang pada device. Perangkat lunak dapat dikostumisasi sesuai kebutuhan sehingga akan lebih mudah dan intuitif untuk digunakan. Aplikasi perangkat lunak ini juga mampu menggabungkan konten-konten lain seperti teks, audio dan video sehingga menjadi lebih interaktif. Jenis aplikasi yang saat ini banyak digunakan antara lain aplikasi berbasis WAP/WML, aplikasi Java, aplikasi Symbian, dan lain-lain.

Mobile learning akan cukup tepat jika diterapkan di lingkungan dimana computer aided learning tidak tersedia. Hal ini dikarenakan pengguna yang telah terbiasa dengan penggunaan komputer sebagai media belajarnya lebih suka tetap memakai komputer, sedangkan mereka yang tidak familiar dengan komputer merasa penggunaan mobile device lebih atraktif dan lebih dapat diterima. Sistem yang optimal adalah menggabungkan  mobile learning dengan  e-learning, ini merupakan alternatif proses pembelajaran dilakukan dengan perangkat komputer dan atau mobile device atau digabungkan dengan sistem tradisional. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengembangan mobile learning adalah bahwa tidak semua konten pembelajaran konvensional maupun konten pembelajaran e-learning akan dapat ditransformasikan ke dalam konten mobile learning.

 

Lihat juga:

Pengertian Mobile Learning

Karakteristik dan Klasifikasi Mobile Learning

m-learning vs. e-learning