Mageli

Kali ini mau kayak yang ngerti kuliner dulu, kan lagi musim di tivi acara kuliner-kuliner. Awalnya saya pengen ngebahas Mageli ini, tapi pengetahuan saya untuk salah satu penganan ini tidaklah banyak, hanya mengetahui sedikit, dan saya penasaran untuk googling. Tapi ya, ternyata hasilnya juga tidak terlalu banyak tautan untuk keyword ini *malah ke motor Meggelli,, hahhaaaaa 😀

Awalnya sih gara-gara kemarin buka puasa pake mageli, langsung aja teringat kenangan waktu masih duduk di SMPN 4 Balikpapan suka jajan ini di warung depan sekolah, harganya kalau nggak salah 500/buah. Cukup enak karena warung itu selalu rame saat istirahat *ya iya rame lah,coba pas jam belajar hahahaaa 😀

Buat yang belum tau mageli itu apa, ini saya kasih beberapa hasil googling, sayang sekali gambarnya belum nemu nih 😦

Mageli ini juga dijual bebas, terbuat dari kacang tolo yang setengah hancur, dengan tambahan bumbu dan bahan lain. Dicetak dengan tangan, dengan menunjukkan adanya bekas jari baru kemudian digoreng. Bisa dimakan sendiri anget-anget [karena akan keras kalau dingin], dengan ditemani cabe rawit bagi yang suka pedas.

http://ongkeksuling.wordpress.com/category/panganan-ider/

Dan saya juga menemukan cara membuatnya lho, kali aja ada yang mau nyoba:

Bahan :

1.  1/2 Kg Kacang hijau direndam selama 1 malam

2.  Garam

3. Penyedap

4. 2 siung bawang merah

5. 2 siung bawang putih

6.  1/2 sdt merica bubuk

7.  Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:

– Haluskan semua bahan, aduk menjadi satu

– Bentuk sesuai selera, kemudian goreng dengan menggunakan minyak panas sampai matang ( kekuning – kuningan)

– Setelah itu angkat

Siap dihidangkan

http://elinur.wordpress.com/2009/02/26/mageli/

Tadi lupa sih fotoin magelinya, besok-besok kalau saya beli lagi ntar di foto deh.

See u next time, 

Sepenggal surat untuk wisudawan-wisudawati Jupiter B

Dear barudak JupiterB,

Selamat ya kawan sudah jadi sarjana pendidikan, maaf atas ketidakhadiran diwisuda kalian, tapi semoga bisa terbayarkan dengan adanya surat ini dan kehadiran saya di prasidang dan sidang kalian.

4 tahun kita bersama, semua perbedaan, semua tawa, tangis, canda, dan juga cinta, semua itu kita lalui bersama. Tidak perlu saya ceritakan di sini semua kenangan itu, cukup kalian pejamkan mata dan bayangan-bayangan kebersamaan kita selama 4 tahun ini akan terbesit di benak kalian.

Dari jauh saya mendo’akan untukmu kawan-kawan, kalian calon orang-orang sukses. Jangan lupa, do’akan kami yang masih sibuk dengan proposal skripsi, sibuk dengan bab1,bab2,bab3, sibuk dengan instrumen, sibuk buat sistem, sibuk penelitian, dan sibuk menunggu wisuda desember.

Ada penggalan lirik lagu buat kalian, *yg membacakan harus menyanyikannya dengan nada yg baik dan benar.

Kamu sangat berarti, istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti, kita t’lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini

Sepatah-patah kata buat wisudawan:

Nisa

“Ayo say, bangun Bima, jadi pejabat yah di sana, biar kalau kita2 mau ksana gampang akomodasi ditanggung sama dirimu”

Septi

“Sekretaris saya nih, semangat yah, semoga dijodohkan sama Yoga Rizky Prayoga, amin”

Yoga

“Nuhun Ga atas bantuannya selama ini, buku PHP ntar dititipin ke Iip aja ya, buru atuh sama Septi”

Dwi

“Mamah sudah lulus, sudah kerja pula, jangan lupakan Papah, hahahahaa 😀 *mati kalau ini didenger orang tua + cwonya”

 

Vina

“Vin, jangan kemana-mana bantu penelitian saya ya, tunggu saya di SMK BPI”

Era

“Ra, jadi kan rencana tour ke Cilacap? Pasti ngerti kan?”

Riri Dwi

“Yah Rin,balik ke tanah Minang yah? Ntar saya pesan tiket sama siapa donk”

Mira

“Ayo Mir, langsung S2 yah, tunggu saya, hehehee tetap semangat dengan Koreanya”

 

Ditulis dari bumi Borneo,

Zulkifli Muhtar

jupiter b

jupiter b

Mama

Berawal dari kebodohan dan kepolosanku ketika melihat status teman. Status tersebut “andai ibu tau aku sekarang udah kuliah ( T_T )”. Dengan polosnya aku ikut komen dengan emang kmn ibu?. Awalnya memang sedikit curiga dengan status itu. Tapi aku berpikiran positif aja, tapi sekali lagi agak ragu mau komen, dan akhirnya komen itupun aku posting. Memang aku tidak pernah menanyakan langsung dengan orangnya mengenai keluarganya. Karena sudah jarang ketemu lagi ditengah kesibukanku dengan skripsi. Dan akhirnya teman-temannya komen dan menunjukkan bahwa Ibunya telah wafat. Langsung saja aku sms beberapa teman sekelasnya. Dan ternyata hakl itu benar
Maaf atas kebodohanku kawan 😦 Semoga amal ibadah beliau diterima disisiNya. Maaf bro…