ALIR PROSES PRODUKSI PRODUK MULTIMEDIA SMK

Proses Produksi Produk Multimedia (Life Cycle)

Terdiri dari 3 sub proses : Pre-Production, Production, Post Production

*download file*  —-> Modul Alir Proses Multimedia 

1)   Pre-Production

Preproduction atau Pra Produksi merupakan tahapan perencanaan. Secara umum merupakan tahapan persiapan sebelum memulai proses produksi (shooting film atau video). Dengan lahirnya teknologi digital video dan metode nonlinear editing maka proses produksi video menjadi lebih mudah. Ketika kita akan memulai sebuah proyek, terkadang kita telah memiliki stock-shoot/footage video yang kita butuhkan, untuk itu kita harus melakukan peninjauan ulang segala kebutuhan sesuai dengan cerita yang akan kita buat. Artinya, kita harus mempersiapkan footage video yang telah ada, fotografi, diagram dan grafik, gambar ilustrasi, atau animasinya. Tetapi banyak pula para videographer yang memulai dari awal atau dari nol. Pada intinya tujuan pra produksi adalah mempersiapkan segala sesuatunya agar proses produksi dapat berjalan sesuai konsep dan menghasilkan suatu karya digital video sesuai dengan harapan.

  • Proses penuangan ide (proposal) produk

1)      Title goals / judul tujuan

2)      Audience / pemirsa

3)      Title genre – doom type game, nonprofit web site, kiosk, etc. / judul jenis karya – jenis permainan doom, situs web nirlaba, kios, dll

4)      Marketing requirements / penentuan pemasaran

5)      Budget parameters / anggaran dana

6)      Schedule requirements / penentuaan jadwal pelaksanaan

  • Desain

1)      Berita / konten / jasa

2)      Arsitektur Informasi

3)      Visual dan suara

4)      Teknis

5)      Interaksi

6)      Navigasi

  • Perencanaan produk

1)      Storyboard / konten garis

  1. Menentukan lingkup proyek – berapa banyak halaman, suara, animasi, dll
  2. Tentukan aliran proyek – organisasi dan navigasi
  3. Dari ini datang informasi yang dibutuhkan untuk sisa rencana produksi

2)      Penganggaran

  1. Produksi
  2. Konten ahli dan konsultan lainnya
  3. Hak akuisisi & izin
  4. Pengujian
  5. Duplikasi atau hosting versi uji

3)      Penjadwalan

  1. Hak akuisisi; izin
  2. Konten produksi
  3. Konten akuisisi (video, teks, gambar, dll)
  4. Rekayasa perangkat lunak
  5. Pengujian

4)      Aset manajemen

  1. Organisasi
  2. Penamaan konvensi
  3. Revisi manajemen
  4. Backup

5)      Pengujian

  1. Pengguna pengujian
  2. Konten pengujian
  3. Fungsional pengujian

6)      Staf

  1. Berapa banyak staf di-rumah
  2. Berapa banyak kontraktor
  3. Siapa melakukan apa

7)      Pembayaran tonggak

  • Dokumentasi

1)      Desain

2)      Rencana Produksi

  • Kumpulkan tim

1)      Designer

2)      Produsen

3)      Teknis desainer

4)      Seni Direktur

5)      Audio produser

6)      Penulis dan editor

7)      Grafis seniman

8)      Programmer / coders HTML

9)      Komponis / suara desainer / musisi

10)  Konten spesialis

11)  Teknis asisten

12)  Produksi asisten

13)  Hak dan peneliti

14)  Pengacara

  • Membangun prototype

1)      Menguji arah desain

2)      Buktikan keluar komponen teknologi baru

3)      Dapatkan semua orang pada halaman yang sama tentang apa proyek

4)      Lihat bagaimana tim bekerja sama

  • Pengurusan hak cipta
  • Penandatanganan kontrak dan pembiayaan

Continue reading

Advertisements

Contoh Laporan Pendampingan SMK

 BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Program Pendampingan SMK merupakan salah satu model program yang ditawarkan oleh pihak Direktorat Pembinaan SMK bekerja sama dengan Perguruan Tinggi sebagai upaya untuk menguatkan SMK yang ada di Indonesia. Model Pendampingan SMK yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut, apabila dilihat dari sisi tingkat kemanfaatan sangat dirasakan baik oleh mahasiswa pelaksana program.

Apabila melihat dari hasil pelaksanaan program pendampingan yang telah dilakukan oleh mahasiswa UPI, ternyata melalui program ini mampu memecahkan permasalahan di SMK yang masih mengalami berbagai hambatan diantaranya dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk kelompok mata jaar produktif sesuai dengan program keahlian yang dikembangkan oleh SMK, penyediaan bahan ajar, media pembelajaran, buku sumber bagi siswa dan guru serta penguatan program-program ekstrakulikuler. Dampak dari hasil tersebut, banyak pihak SMK yang dijadikan lokasi pendampingan mahasiswa, melalui perguruan tinggi mengusulkan kembali untuk mendapatkan bantuan program yang sama. Selain itu ada juga SMK-SMK baru yang menginginkan untuk mendapatkan program pendampingan yang dilakukan oleh pihak SMK mitra. Berkenaan dengan itu tampaknya program Pendampingan SMK yang dilakukan oleh mahasiswa, perlu adanya perluasan wilayah SMK dan penambahan jumlah mahasiswa yang terlibat.

Selain itu upaya untuk menguatkan SMK sejak tahun 2006 Direktorat Pembinaan SMK telah melaksanakan berbagai program antara lain pemberian bantuan sarana dan prasarana dan peralatan praktik siswa. Adanya penambahan sarana dan prasarana yang diberikan ke SMK, perlu didukung dengan SDM guru yang memadai. Data riil yang ada unutk guru mata pelajaran produktif (program keahlian) ternyata masih terbatas. Kekurangan guru produktif terjadi di SMK-SMK, apalagi untuk SMKN yang baru.

Berkenaan dengan hal tersebut upaya konkrit untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK-SMK tersebut, pada tahun 2008 ini Direktorat Pembinaan SMK telah mengalokasikan dana Program Bantuan Pendampingan SMK oleh mahasiswa melalui kerja sama dengan Perguruan Tinggi yang relevan. Program ini akan dititikberatkan pada program pemberdayaan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai sebuah universitas yang memiliki komitmen terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, merasa perlu untuk membantu program ini secara maksimal. Hal ini sesuai dengan visi, misi dan Renstra UPI tahun 2006-2010 yang memfokuskan pada pengembangan berbagai ilmu kependidikan dan non kependidikan. Apabila dilihat untuk kebijakan dalam bidang pendidikan UPI menjabarkan 10 program diantaranya adalah mengembangkan kerja sama kelembagaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia pada tingkat lokal, nasional, dan internasional. Penjabaran dari program tersebut didukung oleh fakultas yang ada di UPI.

Program Pendampingan SMK sangat relevan dengan program yang menjadi program untuk bidang pendidikan mengacu pada Renstra tahun 2006-2010. Sejumlah kepakaran mahasiswa yang dibutuhkan untuk program Pendampingan SMK terdapat Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK), Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) yang memang secara langsung berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan di SMK.

Universitas Pendidikan Indonesia melalui LPPM, telah melakukan kerja sama dengan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dirjen Mandikdasmen Depdiknas untuk program Pendampingan SMK di Provinsi Jawa Barat, Bengkulu dan Bangka Belitung. Jumlah mahasiswa yang terlibat 90 mahasiswa. Program ini merupakan program yang apabila dilihat dari sisi pembelajaran bagi mahasiswa merupakan pengalaman yang sangat berharga di dalam mendewasakan mahasiswa dan membuka kerja sama serta peluang kerja untuk sebagai guru produktif di SMK. Selain itu bahwa manfaat dari pelaksanaan program pendampingan SMK, khususnya yang dilakukan oleh mahasiswa UPI sangat dirasakan oleh pihak sekolah/Dinas Kab, Kota dan Provinsi. Dimana secara konkrit pihak sekolah mendapatkan bantuan guru produktif selama satu semester, sehingga proses belajar mengajar dapat diperkuat dan mutu pembelajaran dapat ditingkatkan. Manfaat yang dirasakan oleh sekolah yaitu peningkatan manajemen sekolah yang dirasakan ada perbaikan dengan adanya mahasiswa UPI yang mendapatkan tugas dari Direktorat Pembinaan SMK untuk melaksanakan program pendampingan SMK.
Continue reading

Contoh Laporan Perkembangan Program Pendampingan SMK

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Program Pendampingan SMK merupakan salah satu model program yang ditawarkan oleh pihak Direktorat Pembinaan SMK bekerja sama dengan Perguruan Tinggi sebagai upaya untuk menguatkan SMK yang ada di Indonesia. Model Pendampingan SMK yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut, apabila dilihat dari sisi tingkat kemanfaatan sangat dirasakan baik oleh mahasiswa pelaksana program.

Apabila melihat dari hasil pelaksanaan program pendampingan yang telah dilakukan oleh mahasiswa UPI, ternyata melalui program ini mampu memecahkan permasalahan di SMK yang masih mengalami berbagai hambatan diantaranya dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk kelompok mata jaar produktif sesuai dengan program keahlian yang dikembangkan oleh SMK, penyediaan bahan ajar, media pembelajaran, buku sumber bagi siswa dan guru serta penguatan program-program ekstrakulikuler. Dampak dari hasil tersebut, banyak pihak SMK yang dijadikan lokasi pendampingan mahasiswa, melalui perguruan tinggi mengusulkan kembali untuk mendapatkan bantuan program yang sama. Selain itu ada juga SMK-SMK baru yang menginginkan untuk mendapatkan program pendampingan yang dilakukan oleh pihak SMK mitra. Berkenaan dengan itu tampaknya program Pendampingan SMK yang dilakukan oleh mahasiswa, perlu adanya perluasan wilayah SMK dan penambahan jumlah mahasiswa yang terlibat.

Selain itu upaya untuk menguatkan SMK sejak tahun 2006 Direktorat Pembinaan SMK telah melaksanakan berbagai program antara lain pemberian bantuan sarana dan prasarana dan peralatan praktik siswa. Adanya penambahan sarana dan prasarana yang diberikan ke SMK, perlu didukung dengan SDM guru yang memadai. Data riil yang ada unutk guru mata pelajaran produktif (program keahlian) ternyata masih terbatas. Kekurangan guru produktif terjadi di SMK-SMK, apalagi untuk SMKN yang baru.

Berkenaan dengan hal tersebut upaya konkrit untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK-SMK tersebut, pada tahun 2008 ini Direktorat Pembinaan SMK telah mengalokasikan dana Program Bantuan Pendampingan SMK oleh mahasiswa melalui kerja sama dengan Perguruan Tinggi yang relevan. Program ini akan dititikberatkan pada program pemberdayaan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai sebuah universitas yang memiliki komitmen terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, merasa perlu untuk membantu program ini secara maksimal. Hal ini sesuai dengan visi, misi dan Renstra UPI tahun 2006-2010 yang memfokuskan pada pengembangan berbagai ilmu kependidikan dan non kependidikan. Apabila dilihat untuk kebijakan dalam bidang pendidikan UPI menjabarkan 10 program diantaranya adalah mengembangkan kerja sama kelembagaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia pada tingkat lokal, nasional, dan internasional. Penjabaran dari program tersebut didukung oleh fakultas yang ada di UPI.

Program Pendampingan SMK sangat relevan dengan program yang menjadi program untuk bidang pendidikan mengacu pada Renstra tahun 2006-2010. Sejumlah kepakaran mahasiswa yang dibutuhkan untuk program Pendampingan SMK terdapat Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK), Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) yang memang secara langsung berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan di SMK.

Universitas Pendidikan Indonesia melalui LPPM, telah melakukan kerja sama dengan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dirjen Mandikdasmen Depdiknas untuk program Pendampingan SMK di Provinsi Jawa Barat, Bengkulu dan Bangka Belitung. Jumlah mahasiswa yang terlibat 90 mahasiswa. Program ini merupakan program yang apabila dilihat dari sisi pembelajaran bagi mahasiswa merupakan pengalaman yang sangat berharga di dalam mendewasakan mahasiswa dan membuka kerja sama serta peluang kerja untuk sebagai guru produktif di SMK. Selain itu bahwa manfaat dari pelaksanaan program pendampingan SMK, khususnya yang dilakukan oleh mahasiswa UPI sangat dirasakan oleh pihak sekolah/Dinas Kab, Kota dan Provinsi. Dimana secara konkrit pihak sekolah mendapatkan bantuan guru produktif selama satu semester, sehingga proses belajar mengajar dapat diperkuat dan mutu pembelajaran dapat ditingkatkan. Manfaat yang dirasakan oleh sekolah yaitu peningkatan manajemen sekolah yang dirasakan ada perbaikan dengan adanya mahasiswa UPI yang mendapatkan tugas dari Direktorat Pembinaan SMK untuk melaksanakan program pendampingan SMK.
Continue reading

Contoh Laporan PLP

BAB I

MASALAH-MASALAH YANG DIALAMI SELAMA PELAKSANAAN PLP

Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya.

Efektivitas dan efisiensi belajar individu di sekolah sangat bergantung kepada peran guru. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan bahwa dalam pengertian pendidikan secara luas, seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai :

  1. Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan;
  2. Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan;
  3. Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik;
  4. Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya, dalam proses interaksi dengan sasaran didik;
  5. Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik, serta Tuhan yang menciptakannya).

Program Latihan Profesi (PLP) Kependidikan merupakan salah satu kegiatan intrakurikuler yang harus ditempuh mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengalaman dan pengetahuan praktis kependidikan sebagai usaha untuk mewujudkan guru/ tenaga kependidikan yang profesional.

Tujuan umum PLP adalah agar para mahasiswa (praktikan) mendapatkan pengalaman kependidikan secara faktual di lapangan, sebagai wahana terbentuknya tenaga kependidikan yang profesional. Pengalaman yang dimaksud meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam profesi sebagai pendidik, serta mampu menerapkannya dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, baik di sekolah maupun di luar sekolah dengan penuh tanggung jawab.

Adapun tujuan khusus PLP yakni melalui PLP diharapkan para mahasiswa :

  1. Mengenal secara cermat lingkungan sosial, fisik, administrasi dan akademik sekolah tempat latihan.
  2. Dapat menerapkan berbagai keterampilan dasar keguruan/kependidikan secara utuh dan terpadu dalam situasi sebenarnya.
  3. Dapat menarik pelajaran dari pengalaman dan penghayatannya, yang direfleksikan dalam perilakunya sehari-hari.

Pelaksanaan PLP semester genap tahun akademik 2010/2011 Universitas Pendidikan Indonesia dilaksanakan sejak bulan November 2010 sampai Februari 2011 terintegrasi dengan Program Pendampingan SMK. Lokasi PLP tersebar di sekolah-sekolah lanjutan, diantaranya adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Bengkulu tempat praktikan melaksanakan PLP.
Continue reading

Alur skripsi?

Sudah lama sebenernya pengen nge-blog tentang ini, tapi lupa aja. Mumpung ada koneksi internet di tempat kerjaan, mari kita tuangkan sejenak pengalaman.

Oke,

Tulisan ini saya persembahkan untuk teman-teman, adik-adik tingkat saya di Pendidikan Ilmu Komputer, Universitas Pendidikan Indonesia.

Apa hal pertama yang harus kita lakukan ketika akan mengerjakan skripsi?

Yang pasti ngontrak SKRIPSI-lah. Syarat untuk mengontrak mata kuliah ‘super’ ini minimal brp sks gitu (aduh, yg ini lupa), yang pasti sih, idealnya kamu-kamu yang sudah mengontrak Metode Penelitian atau Metlit dan Seminar (nilai minimal B) pasti sudah bisa mengontrak SKRIPSI juga. Petunjuknya ada di buku kecil yang dibagikan di awal kuliah itu loh. Coba deh cari lagi, terus baca-baca. Dan dari ILKOM juga ada buku panduannya. (nanti deh saya cari dulu ya :D)

Kalau sudah ngontrak, ngapain lagi donk?

Buat PROPOSAL SKRIPSI. Biasanya sih proposal ini hasil dari Metlit dan Seminar, di mata kuliah Seminar (kalau dosennya Pak Eka) proposal yang kita buat itu kalau memang ‘rada bagus’ bisa jadi bahan untuk skripsi dan langsung dapat pembimbing. Bagi yang tidak dapat, ya harus buat proposal dulu, terus kasih deh ke Pak Heri (koordinator skripsi), nanti beliau akan mengatur jadwal dan siapa dosen pengujinya (ini biasanya ditempel di mading/papan pengumuman di lobby GIK).

Nah, sekarang sudah ada pengumuman untuk penguji proposal, terus?

Kalau sudah ada jadwalnya, biasanya proposal skripsi kamu itu bakal ada di loker Pak Heri. Di dalam proposal itu akan diselipkan lembar pengujian proposal skripsi yang wajib diserahkan bersama proposal itu ke dosen penguji. Ingat! Ada batas waktu pengumpulan terakhir proposal setelah diuji. Jangan ditunda-tunda.

Ujian proposal skripsi kayak apa?

Gampang sih, kalau emang topik skripsimu itu menarik dan layak, pasti di-ACC deh. Tapi kalau tidak, silahkan mencoba membuat proposal baru :D. Hal yang biasa menjadi pertanyaan di ujian ini adalah seputar Bab 1. Pertanyaannya kayak gini nih contohnya: “kamu mau buat apa skripsi nanti?”, “materi apa yg akan kamu pake di skripsi?”, kalau tema skripsi kita mirip dengan yang sebelumnya “apa bedanya skripsimu dengan yg sebelumnya?”, dll. Beres ujian ini, dosen penguji akan mengisi lembar yg bersama proposalmu itu, nanti di sana ada 3 pilihan: DITOLAK, DITERIMA DENGAN PERBAIKAN, dan DITERIMA.

Kalau DITOLAK gmn donk? 😦

Hmm…dengan berat hati saya sampaikan kamu harus buat proposal skripsi baru lagi dengan tema yang berbeda. Dan alurnya kembali ke awal yah.

Kalau DITERIMA DENGAN PERBAIKAN? :-/

Ini mah lolos juga sih sebenarnya. Cuman biasanya kamu harus baikin beberapa bagian, misalnya latar belakang, tujuan, dll. Nanti akan ada catatan mana aja yang mesti diperbaiki.

Kalau DITERIMA?

Selamat ya, kamu berhak  untuk lanjut ke babak berikutnya 😀

Terus?

Setelah selesai ujian proposal skripsi, terutama untuk kategori DITERIMA dan DITERIMA DENGAN PERBAIKAN adalah memberikan proposal dan lembar ujian tersebut ke Pak Heri (koordinator skripsi), kalau yang DITERIMA DENGAN PERBAIKAN harus direvisi dulu ya bagian yang sudah ditandai oleh dosen penguji. Tunggu aja, sekitar 2 minggu (paling lama), nanti akan ada pengumuman nama kamu dan judul skripsi kamu terpampang dengan indahnya di mading ILKOM, tentu dengan dosen pembimbing.

Setelah dapat dosen pembimbing, kita ngapain lagi?

Kalau sudah dapat dosen pembimbing, sekarang minta BUKU BIMBINGAN SKRIPSI di TU Prodi, minta sama Pak Andri/Pak Anto. Buku itu wajib dibawa saat menghadap ke Pembimbing, sebagai bukti kalau kita melakukan bimbingan. Nanti tiap selesai menghadap, jangan lupa minta dosen pembimbing utk ttd di buku tsb. Ini syarat PRASIDANG, minimal 10 ttd pembimbing deh kalau tidak salah. Setelah buku itu ada, silahkan anda menghadap ke dosen pembimbing

Hal pertama yang dilakukan ketika menghadap ke dosen pembimbing?

Salam, hahahhaaaa 😀 *ya iya atuh, etika coy…* Pas menghadap utk yang pertama kalinya, bawa BUKU BIMBINGAN itu dan PROPOSAL SKRIPSI. Nah, bilang deh “Pak/Bu, saya sudah ujian proposal skripsi, dan Bapak/Ibu menjadi dosen pembimbing saya”, pokoknya yg sopan aja ya. Jangan sampai kesan pertama jelek di mata dosen pembimbing, biar lancar kesana-sananya. Kan “kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya…kumaha maneh we…

Silahkan lakukan bimbingan skripsi dengan RUTIN, ini kalau mau cepat LULUS dan dapat gelar S.Pd hahhahaaaa 😀

Pertanyaan lain seputar skripsi:

Gimana kalau ngontrak SKRIPSI sambil ngontrak PLP/PPL?

Boleh aja, tapi biasanya sih bakal sibuk sama kegiatan PLP/PPL itu. Kalau masih ada waktu luang untuk ngerjain skripsi sih, oke banget tuh!

GIMANA TTG PRASIDANG DAN SIDANG?

Menyusul ya, kerja dulu nih…

Analisis Kurikulum SMK Daarut Tauhid Boarding School Bandung

Kajian Dokumen (kerangka kurikulum)

Berdasarkan hasil kajian terhadap dokumen dan pelaksanaan serta analisisnya, ditemukan hal-hal sebagai berikut.

Kelompok Mata Pelajaran dan Struktur Kurikulum

a. Kelompok Mata Pelajaran

Uraian tentang kelompok mata pelajaran yang berisi deskripsi kelompok mata pelajaran spesifik SMK, merujuk kepada Permen 22 tahun 2006, meliputi tiga kelompok mata pelajaran, yaitu kelompok normatif, kelompok adaptif, dan kelompok produktif.

Kelompok normatif adalah kelompok mata pelajaran yang dialokasikan secara tetap yang meliputi Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dan Seni Budaya.

Kelompok adaptif terdiri atas mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi, dan Kewirausahaan.

Kelompok produktif terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang dikelompok-kan dalam Dasar Kompetensi Keahlian dan Kompetensi Keahlian.

Sekolah Menengah Kejuruan mempunyai kekhususan. Kekhususan tersebut terletak pada mata pelajaran produktif. Seperti halnya mata pelajaran lain, standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL) mata pelajaran produktif juga perlu dikaji.

b. Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum berisi uraian tentang jumlah jam pelajaran setiap mata pelajaran, minimal sesuai dengan standar isi untuk semua jenis program/jurusan pada sekolah untuk setiap semester yang berlaku pada tahun pelajaran itu. Standar isi merujuk kepada Permen 22 tahun 2006, merujuk kepada Kajian Kebijakan Kurikulum SMK – 2007 7 panduan penyusunan kurikulum KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP.

Struktur Kurikulum yang dituangkan dalam bentuk matrik, memuat tentang nomor, kode kompetensi, kelompok mata pelajaran/kompetensi, tahun/tingkat dan semester serta jumlah jam.

Continue reading

Laporan Analisis Jurnal Pemasaran

CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) DAN APLIKASINYA DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR DAN JASA”

Dibuat oleh

Fransisca Andreani

Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra – Surabaya

Email: andrea@peter.petra.ac.id

JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN, VOL. 2, NO. 2, OKTOBER 2007: 59-65

CRM dan aplikasinya dalam industri manufaktur dan jasa. Secara garis besar industri manufaktur merupakan salah satu bidang yang berkaitan dengan pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi lebih menitikberatkan kepada proses pabrik, sedangkan jasa merupakan bidang pelayanan yang menjual jasa sebagai produk bisnis nya.

Abstrak :

Salah satu cara untuk menarik hati dan kepuasan pelanggan tergantung pada bagaimana cara kita membangun hubungan dengan pelanggan tersebut atau yang biasa dikenal Customer Relationship Management atau CRM.

Continue reading