Contoh Laporan PLP

BAB I

MASALAH-MASALAH YANG DIALAMI SELAMA PELAKSANAAN PLP

Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya.

Efektivitas dan efisiensi belajar individu di sekolah sangat bergantung kepada peran guru. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan bahwa dalam pengertian pendidikan secara luas, seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai :

  1. Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan;
  2. Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan;
  3. Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik;
  4. Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya, dalam proses interaksi dengan sasaran didik;
  5. Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik, serta Tuhan yang menciptakannya).

Program Latihan Profesi (PLP) Kependidikan merupakan salah satu kegiatan intrakurikuler yang harus ditempuh mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengalaman dan pengetahuan praktis kependidikan sebagai usaha untuk mewujudkan guru/ tenaga kependidikan yang profesional.

Tujuan umum PLP adalah agar para mahasiswa (praktikan) mendapatkan pengalaman kependidikan secara faktual di lapangan, sebagai wahana terbentuknya tenaga kependidikan yang profesional. Pengalaman yang dimaksud meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam profesi sebagai pendidik, serta mampu menerapkannya dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, baik di sekolah maupun di luar sekolah dengan penuh tanggung jawab.

Adapun tujuan khusus PLP yakni melalui PLP diharapkan para mahasiswa :

  1. Mengenal secara cermat lingkungan sosial, fisik, administrasi dan akademik sekolah tempat latihan.
  2. Dapat menerapkan berbagai keterampilan dasar keguruan/kependidikan secara utuh dan terpadu dalam situasi sebenarnya.
  3. Dapat menarik pelajaran dari pengalaman dan penghayatannya, yang direfleksikan dalam perilakunya sehari-hari.

Pelaksanaan PLP semester genap tahun akademik 2010/2011 Universitas Pendidikan Indonesia dilaksanakan sejak bulan November 2010 sampai Februari 2011 terintegrasi dengan Program Pendampingan SMK. Lokasi PLP tersebar di sekolah-sekolah lanjutan, diantaranya adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Bengkulu tempat praktikan melaksanakan PLP.

Dalam kegiatan pembelajaran, praktikan mendapat kesempatan untuk mengajar di kelas X- TKJ SBI dengan jumlah jam pelajaran setiap minggunya 3 jam pelajaran mata pelajaran produktif. Adapun jadwal mengajar praktikan selama PLP di SMK Negeri 3 Bengkulu adalah sebagai berikut:

No. Hari Waktu Kegiatan Keterangan
1. Kamis 13.00 – 15.30 Mengajar materi dan praktikum Merakit Komputer 3 jam pelajaran

Bebarapa permasalahan yang dialami oleh praktikan selama melaksanakan PLP di SMK Negeri 3 Bengkulu, dikelompokkan ke dalam lima hal yaitu penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), proses penampilan, bimbingan belajar/ ekstrakurikuler, partisipasi dalam kehidupan sekolah, dan proses bimbingan yang meliputi poses bimbingan dengan dosen luar biasa PLP.

Masalah-masalah tersebut di atas akan dibahas secara rinci sesuai dengan pengalaman yang dialami oleh praktikan di lapangan.

A.    Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Peran dan tugas utama guru dalam arti sempit meliputi perencana, pelaksana dan penilai. Sebagai perencana, guru bertugas merencanakan program pembelajaran dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP digunakan sebagai acuan dalam memberikan materi pada siswa.

Dalam penyusunan RPP, praktikan hampir tidak mengalami hambatan yang berarti. Dalam menyusun skenario pembelajaran, praktikan berpedoman pada kurikulum 2006 yang disusun pemerintah yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sebagai referensi bacaan praktikan menggunakan sumber belajar dari beberapa buku dan modul yang diterbitkan oleh Direktorat SMK.

Susunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran mencakup tentang:

1)          Standar kompetensi

2)          Kompetensi dasar

3)          Indikator

4)          Tujuan Pembelajaran

5)          Materi Pembelajaran

6)          Model/ Metode Pembelajaran

7)          Kegiatan Pembelajaran

–       Pendahuluan

–       Kegiatan Inti

–       Penutup

8)          Sumber Belajar

9)          Penilaian

Masalah yang menjadi hambatan bagi praktikan dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah sebagai berikut:

1)   Penyusunan RPP pertama, masalah yang dialami yaitu:

  • Kesulitan dalam menentukan metode pembelajaran
  • Kesulitan menentukan kegiatan inti yang seharusnya berpusat kepada siswa
  • Kesulitan dalam menentukan Indikator.
  • Kesulitan dalam menentukan alokasi waktu untuk setiap satu rencana pelaksanaan pembelajaran

2)   Penyusunan RPP kedua, masalah yang dialami yaitu:

  • Kesulitan menentukan kegiatan inti yang seharusnya berpusat kepada siswa
  • Kesulitan dalam menentukan alokasi waktu untuk setiap satu rencana pelaksanaan pembelajaran.

3)   Penyusunan RPP ketiga, masalah yang dialami yaitu:

  • Kesulitan dalam menentukan alokasi waktu untuk setiap satu rencana pelaksanaan pembelajaran.
  • Kesulitan dalam menentukan metode, media serta bahan ajar yang dibutuhkan sesuai dengan materi yang disampaikan di kelas.

4)   Penyusunan RPP keempat, masalah yang dialami yaitu:

  • Terdapat kesulitan dalam menentukan alat evaluasi yang sesuai dengan kondisi kelas untuk setiap materi yang telah disampaikan.

5)   Penyusunan RPP kelima, masalah yang dialami yaitu:

  • Terdapat kesulitan dalam menentukan alat evaluasi yang sesuai dengan kondisi kelas untuk setiap materi yang telah disampaikan

6)   Penyusunan RPP keenam, masalah yang dialami yaitu:

  • Kesulitan dalam menentukan bentuk penilaian
  • Kesulitan dalam menentukan aspek penilaian psikomotor

7)   Penyusunan RPP ketujuh, masalah yang dialami yaitu:

  • Terdapat kesulitan dalam menentukan alat evaluasi yang sesuai dengan kondisi kelas untuk setiap materi yang telah disampaikan

8)   Penyusunan RPP kedelapan, masalah yang dialami yaitu:

  • Kesulitan dalam menentukan metode, media serta bahan ajar yang dibutuhkan sesuai dengan materi yang disampaikan di kelas.

B.     Proses Penampilan

Penampilan di kelas merupakan kegiatan paling utama dalam rangkaian kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, proses penampilan mengajar harus didukung oleh penguasaan materi dan pengelolaan kelas yang baik. Pada saat penampilan di depan kelas, praktikan mengalami beberapa kendala, diantaranya:

  •  Pada penampilan pertama di kelas, awalnya praktikan merasa canggung dan gugup berada di depan kelas untuk menyampaikan materi pelajaran, karena hal ini merupakan pengalaman pertama bagi praktikan. Hal ini pun disebabkan karena praktikan menyadari bahwa tugas seorang guru bukan hanya mentransfer materi pelajaran atau ilmu kepada siswa, melainkan juga mendidik siswa melalui sikap, perilaku dan keteladanan dari guru yang bersangkutan. Namun pada pertemuan kedua dan seterusnya, paktikan berusaha untuk beradaptasi dengan kondisi kelas sehingga mulai terbiasa berada di depan kelas tanpa rasa gugup.
  • Kendala lain yang dihadapi adalah dalam hal pengelolaan kelas, dimana tidak selamanya para siswa dapat terkondisikan. Kadang-kadang ada sejumlah siswa yang ribut dan tidak memperhatikan ketika pembelajaran berlangsung.
  • Kendala dalam hal penyampaian materi, terkadang praktikan merasa kesulitan menentukan metode yang sesuai dengan materi pelajaran, sehingga kadang proses pembelajaran di kelas menjadi monoton, karena banyak didominasi oleh metode ceramah. Selain itu, praktikan pun kesulitan dalam menentukan media yang sesuai dengan materi pelajaran.

C.    Bimbingan Belajar

SMK Negeri 3 Bengkulu yang merupakan salah satu SMK Rintisan Standar Berbasis Internasional di kota Bengkulu selalu melakukan pembinaan terhadap bimbingan secara terpadu dan komprehensif. Praktikan ikut membantu menjalani kegiatan bimbingan belajar di SMK Negeri 3 Bengkulu untuk kelas X TKJ-Reguler dan X TKJ-SBI.

D.    Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah

Seorang guru tidak hanya berkewajiban untuk memberikan atau menyampaikan materi pelajaran di dalam kelas, tetapi juga memiliki tugas-tugas yang berkenaan dengan pelaksanaan tugas-tugas dari sekolah di luar jam mengajar.

Demikian pula dengan guru praktikan yang harus melibatkan diri untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, yaitu dengan melaksanakan tugas-tugas guru di luar jam mengajar.

Selain menjalankan tugas di kelas dalam hal proses belajar mengajar, praktikan pun berpartisipasi dalam hal lainnya di sekolah.

Dalam menjalankan kegiatan-kegiatan tersebut di atas, praktikan tidak merasakan adanya kendala atau kesulitan. Semua kegiatan tersebut berjalan dengan lancar hal ini bahkan sangat penting sebagai bekal pengalaman kepada praktikan di masa yang akan datang.

E.     Proses Bimbingan

Dosen Luar Biasa

Pelaksanaan proses bimbingan antara dosen luar biasa PLP dengan praktikan berjalan lancar dan tidak ada kendala sedikit pun yang dirasakan oleh praktikan. Dengan kata lain, komunikasi antara praktikan dengan dosen luar biasa berjalan baik dan proses bimbingan ini dilakukan secara intensif.

 

BAB II

FAKTOR PENYEBAB DARI MASALAH YANG DIALAMI

A.    Penyusunan RPP

Permasalahan dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disebabkan oleh adanya kesenjangan antara teori yang diberikan di bangku perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan. Penyesuaian alokasi waktu dengan yang ada pada kenyataan di lapangan juga membuat praktikan merasa kesulitan untuk membuat RPP.

Sedangkan kendala lainnya yaitu dalam hal penentuan metode dan media pembelajaran yang sesuai untuk materi pelajaran, disebabkan oleh masih sangat minimnya pengalaman praktikan dalam mengajar. Selain itu, setiap kelas memiliki kondisi siswa yang berbeda, sehingga suatu metode yang sesuai diterapkan di suatu kelas belum tentu sesuai jika diterapkan di kelas lain.

B.     Proses Penampilan

Faktor-faktor penyebab dari masalah yang muncul dalam proses penampilan di kelas adalah sebagai berikut:

  1. Praktikan belum mengenal karakteristik siswa secara umum di kelas yang bersangkutan.
  2. Kurangnya pengelolaan kelas dan pengorganisasian waktu.
  3. Praktikan terkadang kurang bisa bertindak tegas kepada siswa yang tidak memperhatikan.
  4. Sulitnya memotivasi siswa untuk ikut aktif dalam proses pembelajaran.

C.    Bimbingan Belajar

Faktor penyebab kurang optimalnya peran serta dalam kegiatan bimbingan belajar adalah kegiataan bimbingan belajar setelah jam sekolah sehingga praktikan harus mengatur jadwal dengan jadwal kegiatan siswa diluar jam sekolah.

D.    Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah

Untuk partisipasi dalam kegiatan di sekolah, praktikan tidak mengalami kesulitan yang berarti, seperti dalam hal upacara bendera, pelaksanaan piket sekolah, bimbingan belajar dan sebagainya. Namun dalam hal partisipasi praktikan dalam kegiatan ekstrakurikuler dirasakan kurang optimal. Faktor penyebab adalah dalam hal keterbatasan dan pembagian waktu, sehingga praktikan tidak dapat mengikuti seluruh kegiatan ekstrakurikuler secara optimal.

E.     Proses Bimbingan

Proses bimbingan antara praktikan dengan dosen luar biasa PLP berjalan baik dan lancar dengan mengadakan bimbingan setiap hari kerja.

BAB III

UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH

A.    Penyusunan RPP

Pada awalnya praktikan merasa agak kesulitan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Akan tetapi hal ini dapat segera diatasi dengan adanya konsultasi dan bimingan dengan dosen luar biasa, dimana dosen luar biasa selalu memberikan berbagai arahan dan masukan berkaitan dengan penyusunan RPP. Dengan demikian, praktikan tidak lagi merasa kesulitan dalam menyusun RPP.

Masalah yang muncul dalam penyusunan RPP seperti yang telah dikemukakan sebelumnya diatasi dengan hal-hal sebagai berikut:

  • Selalu melakukan konsultasi dengan dosen luar biasa, agar ketika terjadi kesalahan dalam menyusun RPP dapat segera diperbaiki.
  • Pada saat ini praktikan lebih banyak menggunakan metode ceramah dengan pertimbangan bahwa metode ceramah sesuai untuk materi pelajaran yang cukup banyak dalam waktu yang terbatas. Selain itu praktikan menggunakan strategi tanya jawab di sela-sela pembelajaran. Serta menggunakan metode demonstrasi dan kegiatan praktikum. Pada kegiatan praktikum, praktikan menggunakan metode team teaching karena jika tidak menggunakan metode itu praktikan akan kewalahan dalam mengendalikan praktikum siswa dikarenakan waktu praktikum yang sebentar. Dan untuk materi pelajaran yang tidak tersampaikan praktikan memberikan tugas rumah kepada siswa, selain itu agar siswa mampu mendalami materi pelajaran tersebut di rumah.
  • Adanya kendala dalam penulisan RPP, praktikan mengkonsultasikan pula dengan dosen luar biasa, sehingga praktikan membuat RPP sesuai dengan RPP yang dicontohkan oleh dosen luar biasa. Dengan demikian, praktikan tidak lagi kesulitan dalam membuat format penulisan RPP.
  • Kesulitan dalam menentukan metode pembelajaran, diatasi dengan membaca buku-buku referensi tentang metode-metode pembelajaran.

Selain itu, seiring dengan berjalannya waktu, praktikan berusaha untuk mengenali karakteristik umum siswa pada masing-masing kelas, sehingga dengan demikian praktikan mencoba untuk menerapkan metode yang sesuai dengan kondisi siswa, juga sesuai dengan materi pelajaran.

B.     Proses Penampilan

Upaya-upaya yang telah ditempuh untuk menanggulangi masalah dalam hal penampilan di kelas adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengurangi rasa gugup pada beberapa penampilan pertama di kelas disiasati dengan berlatih terlebih dahulu di rumah sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas.
  • Ketika suasana kelas semakin ribut dan tidak terkendali (keributan yang tidak ada kaitannya dengan pembahasan pelajaran), praktikan memberikan isyarat gerakan (misalnya dengan jari) dan suara (misalnya menyembunyikan suara mendesis) agar siswa menghentikan aktivitas tersebut. Atau dengan cara menegur langsung siswa yang menjadi sumber kegaduhan. Kadang juga praktikan mengendalikan kelas yang ribut dengan cara praktikan berhenti menerangkan, dan berdiam memperhatikan siswa khususnya siswa yang ribut.
  • Kesulitan dalam menentukan metode, diatasi dengan metode pembelajaran aktif, metode pembelajaran kooperatif, game dan kuis agar siswa tidak jenuh dengan metode ceramah. Metode-metode ini praktikan peroleh dari hasil membaca buku-buku kependikan dan dari pengalaman guru lain.
  • Untuk memberi pemahaman kepada siswa tentang istilah-istilah yang berkaitan dengan materi pelajaran, ketika banyak istilah-istilah yang hampir mirip, diatasi dengan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari yang dekat dengan kehidupan siswa dan dengan kehidupan siswa dan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa.

Dengan cara mengaitkan pembelajaran yang sedang berlangsung dengan kehidupan sehari-hari atau fenomena aktual yang ada (contextual learning), sehingga pembelajaran dapat lebih dimengerti oleh siswa.

C.    Bimbingan Belajar

Untuk bimbingan kegiatan bimbingan belajar, praktikan membagi waktu dalam seminggu untuk dua buah kelas, X-TKJ SBI dan X-TKJ Reguler dan dalam hal ini dibantu oleh guru mata pelajaran dan juga merupakan Dosen Luar Biasa PLP.

D.    Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah

Dalam partisipasi terhadap kegiatan sekolah, praktikan mencoba memanfaatkan waktu luang di luar jam mengajar untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan tertentu, seperti:

  1. Menjadi pengawas ujian semester
  2. Ikut serta dalam melakukan razia atribut sekolah

 E.     Proses Bimbingan

Seperti telah dikemukakan di atas, dalam pelaksanaan proses bimbingan, praktikan tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam proses bimbingan. Dosen Luar Biasa PLP sangat kooperatif dalam membantu praktikan baik mengenai teknik mengajar, penyusunan rencana pengajaran dan lain sebagainya. Komunikasi terjalin dengan baik selama masa bimbingan. Ada koreksi dari dosen luar biasa maupun dari dosen tetap, sehingga membantu praktikan lebih baik lagi dalam teknik mengajar.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan

Tujuan Umum dilaksanakannya PLP Kependidikan adalah agar para mahasiswa (praktikan) mendapatkan pengalaman kependidikan secara faktual di lapangan, sebagai wahana terbentuknya tenaga kependidikan yang profesional. Pengalaman yang dimaksud meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam profesi sebagai pendidik, serta mampu menerapkannya dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, baik di sekolah maupun di luar sekolah dengan penuh rasa tanggung jawab.

Berdasarkan pembahasan di atas yang diperoleh dari berbagai aktifitas yang dilakukan praktikan dari semenjak observasi, pengenalan, dan adaptasi terhadap lingkungan sekolah, maka praktikan dapat menarik kesimpulan antara lain sebagai berikut :

1)        Program Pengalaman Lapangan (PLP) merupakan sebuah program yang sangat membantu mahasiswa dalam menanamkan kesadaran pada profesi baik berupa pengalaman maupun pengalaman praktis kependidikan sebagai persiapan untuk menjadi tenaga pengajar yang profesional.

2)        PLP adalah salah satu upaya yang akan memberikan manfaat dalam pembentukan dasar-dasar keguruan bagi calon tenaga edukatif yang berkualitas.

3)        Menjadi pengajar atau pendidik ternyata tidak mudah karena mengajar memerlukan keahlian dan keterampilan khusus seperti penguasaan materi, pengelolaan kelas, serta teknik dan metode yang cocok untuk digunakan pada saat menyampaikan materi agar mudah dipahami oleh peserta didik.

4)        Permasalahan yang dialami praktikan selama melaksanakan PLP berkisar pada masalah-masalah teknis, bimbingan serta adaptasi dan partisipasi dengan lingkungan sekolah.

B.     Saran

Setelah mengalami banyak hal selama mengikuti kegiatan PLP di SMK Negeri 3 Bengkulu, maka pada kesempatan ini praktikan ingin menyampaikan beberapa saran :

  1. Saran untuk SMK Negeri 3 Bengkulu
  2. Tetap pertahankan kedisiplinan yang tinggi baik seluruh warga sekolah bukan hanya terhadap para siswa.
  3. Terus memotivasi siswa untuk tetap bersaing secara sehat supaya berhasil dalam akademik ataupun dalam hal lainnya dengan memberikan penghargaan setinggi-tingginya sehingga siswa terpacu untuk berprestasi lebih baik lagi.
  4. Tetap pertahankan komunikasi yang baik antara para guru dan siswa.
  5. Meyakinkan siswa bahwa belajar oleh praktikan tetap sama dengan belajar dengan guru.
    1. Saran untuk praktikan
    2. Praktikan harus mempersiapkan mental dan fisik secara matang selama kegiatan PLP karena dalam kenyataannya dilapangan biasanya sangat berbeda dari yang dibayangkan.
    3. Praktikan harus bisa beradaptasi dengan seluruh anggota lingkungan sekolah, baik dengan kepala sekolah, guru, staf TU maupun dengan siswa untuk membangun suasana kondusif bagi praktikan sehingga dapat mengaktualisasikan dirinya sebaik mungkin.
    4. Praktikan harus menjalin komunikasi yang intensif dengan dosen luar biasa, dosen tetap, dosen supervisor, atau puhak lain dalam bentuk bimbingan dan konsultasi agar praktikan berkembang dengan baik.
    5. Praktikan harus mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembelajaran.
    6. Perlunya pembenahan dan peningkatan wawasan praktikan dalam hal pembelajaran.
    7. Praktikan harus memahami psikologi anak remaja sebagai satu bekal tambahan dalam menghadapi siswa guna keberhasilan proses pembelajaran.
    8. Praktikan harus kompak dan solid dengan sesama praktikan lainnya sehingga bisa saling membangun dan menguntungkan.

Download file: Klik di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s