Seumur hidup dimarahi

Eitss… mau sedikit mengeluarkan unek2 nih. Sebenarnya sih nggak sengaja juga dapat ide ini. Semua ini hanya opini dari saya, kalau ada kesamaan dengan kehidupan pribadi, yaaa…jangan tersinggung ya *ntar saya dituntut lagi*.

Percaya nggak kalau setiap fase dalam hidup kita ini selalu kena yang namanya ‘dimarahi’?

Baiklah, coba renungkan… tutup mata, bayangkan… *krik…krik…krik…

Pertama, masa kanak-kanak

Pada masa ini, katanya sih kita lagi lucu-lucunya, kalau kata anak gaul sekarang, lagi unyu-unyu nya *ayo, dulu unyu gak waktu kecil, buka lagi deh album masa kecilnya*. Coba jawab sendiri pada masa ini siapa yg nggak pernah dimarahin Mama atau Papa? Kita lari-lari sana-sini, Mama langsung teriak “Nak…jangan lari-lari nanti jatuh”, eh pas kita jatuh, “Kan sudah Mama bilang, jangan lari-lari, jatuh kan jadinya, bla…bla…bla…”. Atau saat kita main ke rumah teman dan pulang sore banget, “Kamu darimana aja, nanti kalau kenapa kenapa gmn, nanti kalau ada yang nyulik gmn? bla…bla…bla…” Hhahahaaaa😀

Saat memasuki masa sekolah *SD-SMA*

Ketika kita masuk ke dunia persekolahan, akan ada tokoh lain yang akan berperan penting dalam hidup kita. Ya, siapa lagi kalau bukan GURU. Ini bukan memojokkan guru loh ya *saya aja sarjana pendidikan loh*. Siapa yang pernah dimarahi sama guru saat di sekolah? Ketika lupa mengerjakan PR, “Kamu di rumah ngapain aja? Sampai-sampai PR aja lupa ngerjain? bla…bla…bla…” Ketika hasil ulangan (selalu) jelek, “Di rumah kamu ngapain aja? Main terus ya? Nggak pernah belajar ya? bla…bla…bla…”

Masa kuliah *buat yg kuliah*

Dan ada pengajar yang kita tidak sebut sebagai guru tapi dosen, saya belum cari sejarahnya, kenapa pengajar di kampus itu namanya dosen. Ketika telat mengumpulkan tugas, “Anda ini serius kuliah tidak? Tugas seperti ini aja sampai telat, waktunya dihabiskan buat apa aja? bla…bla…bla…” Ketika mau bimbingan skripsi/TA, “Ini kok seperti ini, latar belakang sama rumusan masalah kok nggak nyambung, ini tujuannya juga nggak nyambung, bla…bla…bla…”

Masuk ke dunia kerja

Wow…beres kuliah tidak berarti tidak bakal ada tokoh yang tidak akan memarahi kita loh. Ada atasan/bos/mungkin juga pelanggan *bagi yg berwirausaha/wiraswasta*. “Kamu ini, kok tiap hari telat, perusahaan ini bukan sekolah yang bisa seenaknya aja datang jam berapa pun, bla…bla…bla..”. “Pak, ini kok saya beli barangnya ternyata tidak sama dengan yang diiklankan, Bapak menipu saya ya, sudah berapa pelanggan yang Bapak tipu, bla…bla…bla…”

Hahahaaaaaa😀

Nyantai sob, itu semua hanya rekaan, hasil liat di tipi *sinetron banyak tuh* dan sedikit kehidupan nyata yang rada dilebaykan, wkwkkwkwk…

Intinya sih, siapa pun yang memarahi kita pasti ada sebab-musababnya *ceile, mau serius ini*. Ketika orang tua memarahi kita, tandanya sayang sama kita, kadang meskipun kita tau itu tanda sayang, tetep aja kesel pas dimarahin, guru pun sama, guru mana sih yang nggak sedih ngeliat muridnya malas, dan tidak bisa apa-apa, karena beliau peduli dengan kita. Atasan kita juga sama, mereka tidak mau perusahaannya bangkrut lah gara-gara ulah satu karyawan yang tidak disiplin, dll. Ah, intinya, ketika dimarahi, terima aja, kalau kita salah loh ya, kalau kita benar, jangan langsung dibalas marah, soalnya bakal panjang masalahnya kalau kita ladeni.

Intinya apa donk? *dari tadi ngomong apa ya, hahhahaaaa *

Berusahalah untuk selalu sabar dalam menjalani semua aktivitas kita, aturlah emosi dengan tepat.

*serasa jadi Mario Teguh nih, saya juga lagi belajar untuk mengatur emosi kok, sama-sama belajar ya kita sob*

3 thoughts on “Seumur hidup dimarahi

  1. Semangat🙂

  2. mantap bro….

  3. terima kasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s