Latihan menembak

Hari ini, sore tepatnya, Bapak tiba-tiba mengambil senjata dari dalam kamar. Bukan senjata api sih, tapi lebih tepatnya senapan angin, hehehee😛. Saya kira ada apa, tapi sudah diduga sih pasti ada tupai, biawak, atau ular kalau sudah senapan itu dikeluarkan dari sarangnya *emang burung.

Saya pun ikut riweuh ngeliatin Bapak mengambil senapan itu, tanpa banyak bertanya, saya ikuti saja ke teras rumah, dan ternyata ada seekor tupai di pohon jambu depan rumah. Tupainya berisik sekali. Kata Bapak, tupainya habis di cakar Ipul, salah satu kucing saya di rumah, Ipul bertemu tupai itu dan mengejarnya saat dia sedang asyik di pagar depan rumah, sempat diterkam dan tupai itu berhasil meloloskan diri.

Bapak pun mengkokang dan memasukkan peluru dan mengarahkan ke tupai tersebut. Tapi tidak jadi, Bapak malah memberikan senapan angin itu kepada saya. Wah, dag dig dug sih, takut salah tembak. Dan terlepaslah peluru itu dari senapan dan sama sekali tidak mengenai sang tupai. Tupai itu kembali loncat ke sana- ke sini *lincah banget yah, dan hinggap di pohon kelapa. Saya dengan belagu kembali mengkokang dan memasukkan peluru ke senapan angin tersebut, *yang ini dengan instruksi Bapak tentunya, hahhahaaaa, dan lepas lagi. Ya sudah, emang belum ajalnya itu tupai *kan jodoh, rejeki, dan maut itu di tangan Allah hahhahaaa nyambung aja, 

Karena tak dapat tupainya, ya sudah, saya dan Bapak jadi foto-foto deh *like son like father, sama-sama narsis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s