Surat Terbuka

Bandung, 19 Juni 2011

Kepada Presiden BEM dan Ketua DPM KEMAKOM

Assalamu’alaikum wr.wb.

Hidup Mahasiswa!

Surat terbuka ini, saya tulis tidak dalam rangka mendiskreditkan pihak mana pun, BEM atau pun DPM KEMAKOM. Ibarat seorang orang tua yang kecewa dengan pola tingkah laku anaknya yang mulai beranjak remaja, maka anggaplah surat ini sebagai curahan hati seorang warga sekaligus alumni pengurus KEMAKOM terhadap BEM-DPM KEMAKOM.

Sungguh, saya tidak akan pernah tahu kalau mungkin saya tidak ada saat kejadian sore itu (Jumat, 17 Juni 2011), sebuah acara internal BEM KEMAKOM dibatalkan atau lebih tepatnya di-pending sampai minggu depan. Awalnya mungkin ini yang terbaik untuk saat itu, tapi, saya melihat ada “sesuatu” yang mengganjal hati saya. Saya mengetahui beberapa hal dan saya rasa itu bisa menjadi permasalahan yang serius.

Pembatalan, hmm… mungkin hal ini bisa saja terjadi, tetapi apakah tidak ada alternatif yang bisa dicari? Pembatalan yang terjadi karena adanya UAS yang dijadikan takehome oleh seorang dosen. Pembatalan yang terjadi karena sebagian besar pengurus angkatan 2009 dan 2008 mengontrak mata kuliah tersebut.

Seorang pemimpin dituntut untuk cepat dalam mengambil tindakan ketika masalah terjadi dan keputusan itu harusnya juga merupakan keputusan yang benar-benar dipikirkan dengan matang” (quote)

Saya kaget ketika kalian mengorbankan uang (yang saya dengar nominalnya kurang lebih Rp500.000). “What the fuck!”  ini yang pertama terpikirkan saat itu, yaaa, saya tidak perlu munafik untuk menutupi kata-kata ini, tapi inilah yang sebenarnya ingin saya katakan (maaf ya). Nominal itu bagi saya cukup besar, saya tidak tahu bagi sebuah organisasi (bagi KEMAKOM) angka itu mungkin tidak seberapa.

Izinkan saya untuk sedikit mengkritik dari sisi kebijakan yang diambil oleh BEM KEMAKOM dan tentu saja DPM KEMAKOM.

Saya rasa dan setahu saya, setiap kegiatan yang diadakan oleh BEM KEMAKOM itu, khususnya dalam hal ini dana, berasal dari IUK (Iuran Kemahasiswaan), dan IUK tersebut berasal dari uang mahasiswa setiap jurusan/program studi masing-masing himpunan yang dikolektif ke BEM REMA UPI dan kemudian diserahkan ke himpunan masing-masing jurusan. Berarti uang yang Anda (red: Anda di sini jamak) pakai untuk kegiatan-kegiatan BEM-DPM KEMAKOM adalah uang kami (red: warga KEMAKOM). Ketika ada kegiatan yang dibatalkan dan ada dana yang kalau boleh dibilang “hangus” berarti secara tidak langsung Anda telah membuang-buang uang kami. Saya dengar uang tersebut akan digantikan oleh Nondep atau siapa (saya lupa), apakah Anda bisa menjamin uang tersebut akan kembali dengan nominal yang sama besar dengan yang Saudara-saudara buang?  Dan kapan akan tergantikan nominal tersebut?

Buat DPM, Anda adalah kumpulan mahasiswa pilihan yang merupakan perwakilan dari tiap angkatan. Melihat hal ini, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda memberikan rekomendasi atau saran kepada BEM KEMAKOM? Apakah tidak ada keputusan yang bisa Anda lakukan saat itu? Apakah hanya akan diam dan baru berbicara ketika ada yang menegur? Saya ingat Anda punya wewenang untuk mengeluarkan Surat Peringatan (SP). Mungkin itu bisa berguna ketika uang tersebut bermasalah dalam proses pengembalian.

Tidak bisakah acara tersebut diserahkan kepada pengurus 2008 dan 2009 yang tidak mengontrak mata kuliah tersebut? Apakah tidak percaya kepada mereka? Apakah tidak bisa sedikit merubah atau menggeser tujuan acara tersebut dibandingkan mengorbankan dana itu? Hari kedua setahu saya materi dan saya rasa itu bisa berjalan TANPA adanya pengurus yang mengerjakan UAS take home.

INTINYA, SAYA ATAS NAMA WARGA KEMAKOM AKAN MEMINTA PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PENGGUNAAN DANA YANG TELAH ANDA KORBANKAN ITU.

Saya tau kita semua di sini belajar berorganisasi. Anggap surat terbuka ini merupakan cara saya untuk menuangkan unek-unek, cara saya untuk menjadi seorang yang kritis terhadap sesuatu, cara saya untuk belajar berpolitik. Saya minta maaf jika ada kata-kata yang menyakitkan. Terima kasih telah membaca Surat Terbuka ini.

Hormat saya,

Zulkifli Muhtar

5 thoughts on “Surat Terbuka

  1. mana ini klarifikasi dr BEM-DPM nya?

  2. mungkin nggak pada baca kali bah ;(

  3. Oh ini toh yang rame-rame itu….

    Untuk pendanaan upgrading itu tidak sepenuhnya dari IUK karena keterbatasan biaya IUK itu sendiri. Uang yang dapet dari IUK adalah sebesar Rp. 400.000 (sesuai dengan hasil RAPBO).

    Terkait kejadian mengundurkan, tentu saja Presiden mempertimbangkan berbagai hal, dan saya juga menghormati keputusan tersebut.

    Terkait kerugian, kami akui memang terdapat kerugian namun tidak sebesar uang yang disampaikan. Tepatnya saya lupa, yang pasti tidak lebih dari Rp. 250.000. Adapun upaya untuk ‘menebus’ kerugian tersebut bukan dengan cara meminta tambahan anggaran atau tambahan biaya ke peserta. Anggaran dari IUK tetap Rp. 400.000, dan peserta pun tidak dimintai biaya tambahan. Kerugian ditanggung oleh non-departemen dengan cara melakukan dana-usaha mandiri.

  4. 1. Tidak bisakah acara tersebut diserahkan kepada pengurus 2008 dan 2009 yang tidak mengontrak mata kuliah tersebut? Apakah tidak percaya kepada mereka?

    Bisa, tapi opsi tersebut sangat beresiko terhadap kualitas acara. Yang pertama, mulai dari ketua pelaksana, sekretaris, dan divisi acara kegiatan itu mengontrak mata kuliah tersebut. Lalu banyak peserta dan pengisi acara yang nggak mau ikut karena tugas tersebut. Berarti kita harus mengubah konsep kegiatan. Kegiatan memang akan berjalan, akan tetapi ada ketidakoptimalan terhadap kualitas acara.

    2. Apakah tidak bisa sedikit merubah atau menggeser tujuan acara tersebut dibandingkan mengorbankan dana itu?

    Saya juga kurang begitu paham dengan apa-apa saja yang dipertimbangkan presiden dan yang lainnya pada saat itu karena sedang mengurusi transportasi dkk. Menggeser tujuan berarti mengubah konsep acara. Mengubah konsep acara berarti harus memberitahukan ke pemateri untuk mengubah isi kegiatan.

    3. Hari kedua setahu saya materi dan saya rasa itu bisa berjalan TANPA adanya pengurus yang mengerjakan UAS take home.”

    Kembali ke nomor satu🙂

    Ini jawaban pribadi yah,,, bukan jawaban organisasi :p

  5. aktivis yang idealis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s